(Bukan) Sajak Hujan

Ia seperti halnya hujan. Kalau tak berhenti menggenang, ia bisa membuatmu tenggelam. Napasmu akan kehabisan, di rumah ataupun di jalanan. Tapi tenang, masih ada embun yang ia sisakan. Masih ada senyum dari sisa petir yang bersahutan. Menepilah, nikmati senandung hujan. Nanti lagi kita jalan, tubuhmu tak kuat bila terus kedinginan.

Hujan, kamu bisa berteduh. Ujian, itu yang harus kamu tempuh.

Semerbak tanah yang memenuhi udara, bebas kauhirup hingga terisi rongga dada. Burung-burung ikut serta menyorakkan hujan atas penghidupannya. Matahari membulat sempurna di atas sana. Kala hujan reda, baru kita syukuri kehangatannya.

Komentar