Mimpi-Mimpi Mati

Dia terbaring dalam ruang hampa. Terbaring menutup kedua mata. Harap-harap tak ada lagi lara yang menerpa. Apa daya. Semakin nyata ia di gelapnya pandangan mata.

Dia terbangun dalam riuh rendah kenaifan. Terbangun hendak menjemput beberapa mimpian. Terlalu ramai. Dia lupa masih terpejam. Tidur berjalan kata orang.

Dia terduduk di antara orang-orang yang berlari. Terduduk menepi agar lainnya tak terhalangi. Sayang, dia tertinggal jauh sekali. Mana sempat mendahului. Toh dia terburu-buru mengawali. Kalau ini perlombaan, mungkin sudah terdiskualifikasi.

Dia terjatuh ke atas tanah. Terjatuh untuk waktu yang lama. Sudah tak sanggup dia membawa raga. Terlalu banyak mimpi di kedua pundaknya. Sedangkan dia, doa pun tak dibaca.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer