Harga Seumur Hidup

Aku mengenal satu wanita. Pesonanya kian menguat sejak jatuhnya bintang pada bulan purnama. Daya candunya menyebar melalui tiap kedipan mata. Belum lagi, harum tubuhnya tercium dari kejauhan. Membuat salah tingkah, bahkan sebelum bertatapan. Rambut dan hidungnya tak begitu istimewa. Alisnya pun tak setebal buku fisika. Namun, telinganya setia mendengarkan tiap kubercerita. Sungguh, cantiknya terlalu nyata untuk dibayangkan dan logika tak kuasa merasionalkan.

Aku mengenal satu wanita. Ia kerap menuliskan besar-besar di langit berbagai cerita. Aku pun membacanya dengan saksama. Tak jarang, cerita menjelma badai di antara awan hitam. Tentu tak mudah untuk meredam. Namun, bukankah ini yang setiap orang butuhkan? Penakluk badai dengan romansa di kedua tangan. Tak hanya di bumantara, tetapi juga di lautan yang airnya pasang surut. Kita butuh sosok yang siap menjadi saksi kulit mengeriput. Sosok yang mampu membayarnya dengan harga seumur hidup.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer