Indra dan Hati
Di luar terlalu bising. Tuan Indra kewalahan menangkap suara-suara.
Suara-suara yang berujung menikam sukma.
Suara-suara yang mematikan logikanya.
Suara-suara yang membudakkan akal budinya.
Suara-suara yang mengikat begitu erat.
Terlambat. Angkara murka telah tiba di hadapan Tuan Indra.
Di dalam tak kalah ramai. Puan Hati memohon pengampunan.
Memohon tak lagi dibisukan.
Memohon Tuan Indra mendengarkan.
Memohon segenggam pengharapan.
Tak rela tubuh Tuan dirampas keegoisan. Hingga diri sendiri pun tak ia dengar.
Tuan Indra buta. Tuan Indra tuli.
Komentar
Posting Komentar