Kecil, Mengerti, Terluka, Dewasa
Dulu kecil, takut dengan apa yang tidak dimengerti. Makin bertambahnya usia, malah makin takut dengan apa yang dipahami. Seolah-olah merasakan adalah bagian dari pemahaman. Seolah-olah bersedih dan menangis adalah cara kita menerima masalah, bukan menentang.
Mungkin—kita memang tak harus tahu segalanya. Tak diwajibkan paham dengan yang ada. Hanya berjalan tanpa tahu arah pulang. Entah suasana rumah itu bagaimana. Bentuknya seperti apa. Letaknya di mana. Atau bahkan rumah itu siapa.
Komentar
Posting Komentar