(Bukan) Penyair Ulung

Nona, berkenankah engkau mengizinkan saya untuk memperdaya masa? Bukan. Bukan untuk kembali pada saat kita masih saling menggenggam. Melainkan melompati masa agar lekas nona kulupakan.

Nona, sudikah kiranya kaubacakan keras-keras suratan tua tentang Cinta Dua Nyawa? Yang tertulis bahwa raga dan jiwa memang pantas untuk selaras.

Nona, biarkan saya menuliskan cinta dan kita yang tak lagi kuasa bersama-sama.

Kamu adalah rentetan puisi yang usang karena tak kunjung dibacakan.

Nona, pada malam yang membisikkan angan untuk kaukembali pulang, padamulah hati saya akan kujatuhkan.

Saya bukan penyair betulan. Hanyalah separuh jiwa yang ingin disempurnakan.

Komentar

Postingan Populer